Teks Anekdot
(polisi
yang tak adil)
kelompok ngenest : LusianaNovitasari
Pipit Siti Sopiah
Vina Safira
Teks
anekdot (versi cerita)
Pada suatu hari, seorang
nenek dipenjara karena mencuri 3 buah pisang. Hingga akhirnya si nenek di penjara. Meski ia sudah meminta maaf .Di penjara ia bertemu seorang tahanan lainnya. Lalu ia menceritakan penyebab mengapa ia masuk penjara. Sel si nenek kebetulan berdekatan dengan sel seorng koruptor. Meskipun ia seorang koruptor ia diperlakukan istimewa denga fasilitas yang mewah dan serba nyaman.berbeda dengan si nenek yang diperlakukan biasa saja.
Hingga akhirnya si nenek memiliki ide untuk menyelesaikan masalahnya denga melakukan korupsi makanan temannya yang satu sel dengannya.
Kekeesokan harinya ia melakukan rencananya untuk melakukan korupsi. Setelahnya ia elaporkan dirinya sendiri pada polisi.
Sementara si polisi dan teman satu selnya hanya melohok melihat kelakuan dan penjelasan si nenek@#$$%@&*
Keterangan
Tulisan warna merah: bagian abstraksi
Tulisan warna biru : bagian orientasi
Tulisan warna hijau: bagian krisis
Tulisan warna ungu: bagian reaksi
Tulisan warnacoklat: bagian koda
Teks
anekdot (versi Dialog)
Suatu hari seorang nenek dipenjara
karena tuduhan mencuri 3 buah pisang yang kemudian di laporkan ke
polisi...meski telah meminta maaf sang nenek tetap di penjara karena kasus si
nenek merupakan kasus pencurian. Ia divonis selama 3 tahun. Kebetulan ia di
tempatkan di rutan yang sama dengan seorang koruptor yang divonis penjara 2
setengah tahun.keadaan di penjaraPolwan :silahkan masuk sel dan berbunglah dengan yang lain nek!!!
Nenek : iya bu (denagn muka memelas)
Setelah 1 minggu kemudian
Bla: heh nek kenapa di penjara? Padahal umurmu sudah tua
Nenek: ya,karena saya mencuri 3 buah pisang walaupun saya sudah meminta maaf saya tetap di penjara 3 tahun (dengan raut wajah sedih )
Bla: ohh memang aparat penegak hukum di indonesia tumpul ke atas tajam ke bawah nek
Koruptor: enaknya jadi saya meski jadi koruptor tapi hukuman saya ringan dan bisa menikmati fasilitas yang mewah di sini seperti makanan enak dan tv
Nenek :iya.ya bla hukum di di indonesia tumpul keatas tajam kebawah..contohnya seorang koruptor milyaran rupiah seperti dia bisa di penjara dengan fassilitas yang mewah di rutan ini bahkan hukuman yang di jatuhkan lebih ringan dari saya
Polwan :birisik kalian!!(muka marah)ini sudah malam sebaiknya kaliaan tidur
Nenek : bu saya kedinginan,apa saya boleh meminjm slimut
Polwan :tidak adaa!! ,,sudah kalian tidur saja
Bla :sudah,nek sebaiknya kita tidur
Sewdangkan di sisi lain
Koruptor : bu saya dingin mau slimbut donggg!
Polwan : (sambil membawa slimut) ini silahkan
Nenek: huhu enaknya eneng yang koruptor itu..sedangkan saya???hah(sambil menghembuskan naaffas)emm apa mesti saya korupsi seperti eneng itu agar saya bisa hidup enakk(gumamnya sampai ia tertidur)
Bla : dasar nenek nenek tapi idenya boleh juga tuh (sambil mendengar gumaman sang nenek)
Keesokan hari di siang hari tanpa berpikir panjang sang nenek melakukan si nenek mengambil ½ porsi makanan temannya lalu memanggil si polwan
Nenek: ibu polwan cepat kesini!!!!
Polwan: iya ada apa?
Nenek:saya mau mengadu kalau saya sudah korupsi
Polwan: memangnya apa yang bisa kau lakukuan dsisini untuk korupsi di penjara?
Nenek: saya mengambil ½ porsi makanan teman saya untuk korupsi
Polwan: lalu?
Nenek: saya korupsi karena saya ingin kaya si enenng koruptor itu biar bisa hisdup enak dengan fasilitas yang enak
Polwan&vina: %$&^*I*(*()*)(*
