Kamis, 18 Februari 2016

Anekdot Pelayanan Publik


Teks Anekdot
(polisi yang tak adil)
kelompok ngenest : Lusiana
                             Novitasari
                             Pipit Siti Sopiah
                             Vina Safira
Teks anekdot (versi  cerita)
Pada suatu hari, seorang nenek dipenjara karena mencuri 3 buah pisang.
Hingga akhirnya si nenek di penjara. Meski ia sudah meminta maaf .Di penjara ia bertemu seorang tahanan  lainnya. Lalu ia menceritakan penyebab mengapa ia masuk penjara. Sel si nenek kebetulan berdekatan dengan sel seorng koruptor. Meskipun ia seorang koruptor ia diperlakukan  istimewa denga  fasilitas yang mewah dan serba nyaman.berbeda dengan si nenek yang diperlakukan biasa saja.
Hingga akhirnya si nenek memiliki ide untuk menyelesaikan  masalahnya denga melakukan korupsi makanan temannya  yang satu sel dengannya.
Kekeesokan harinya ia melakukan rencananya untuk melakukan korupsi. Setelahnya ia elaporkan dirinya sendiri pada polisi.
Sementara si polisi dan teman satu selnya hanya melohok melihat kelakuan dan penjelasan si nenek@#$$%@&*
Keterangan
Tulisan warna merah: bagian abstraksi
Tulisan warna biru : bagian orientasi
Tulisan warna hijau: bagian krisis
Tulisan warna ungu: bagian  reaksi
Tulisan warnacoklat: bagian koda




   
Teks anekdot (versi Dialog)
Suatu hari seorang nenek dipenjara karena tuduhan mencuri 3 buah pisang yang kemudian di laporkan ke polisi...meski telah meminta maaf sang nenek tetap di penjara karena kasus si nenek merupakan kasus pencurian. Ia divonis selama 3 tahun. Kebetulan ia di tempatkan di rutan yang sama dengan seorang koruptor yang divonis penjara 2 setengah tahun.keadaan di penjara
Polwan :silahkan masuk sel dan berbunglah dengan yang lain nek!!!
Nenek : iya bu (denagn muka memelas)
Setelah 1 minggu kemudian
Bla: heh nek kenapa di penjara? Padahal umurmu sudah tua
Nenek: ya,karena saya mencuri 3 buah pisang walaupun saya sudah meminta maaf saya tetap di penjara 3 tahun (dengan raut wajah sedih )
Bla: ohh memang aparat penegak hukum di indonesia tumpul ke atas tajam ke bawah nek
Koruptor: enaknya jadi  saya meski jadi  koruptor tapi  hukuman saya ringan dan bisa menikmati fasilitas yang mewah di sini seperti makanan enak dan tv
Nenek :iya.ya bla hukum di di indonesia tumpul keatas tajam kebawah..contohnya seorang koruptor milyaran  rupiah seperti dia bisa di penjara dengan fassilitas yang mewah di rutan ini bahkan hukuman yang di jatuhkan lebih ringan dari saya
Polwan :birisik kalian!!(muka marah)ini sudah malam sebaiknya kaliaan tidur
Nenek : bu saya kedinginan,apa saya boleh meminjm slimut
Polwan :tidak adaa!! ,,sudah kalian tidur saja
Bla :sudah,nek sebaiknya kita tidur
Sewdangkan di sisi lain
Koruptor : bu saya dingin mau slimbut donggg!
Polwan : (sambil membawa slimut) ini silahkan
Nenek:  huhu enaknya eneng  yang  koruptor  itu..sedangkan saya???hah(sambil menghembuskan naaffas)emm apa mesti saya korupsi seperti eneng itu  agar saya bisa hidup enakk(gumamnya sampai ia tertidur)
Bla :  dasar nenek nenek tapi idenya boleh juga tuh (sambil mendengar gumaman sang nenek)
Keesokan hari di siang hari tanpa berpikir panjang sang nenek  melakukan si nenek mengambil ½ porsi makanan temannya lalu memanggil si polwan
Nenek: ibu polwan cepat kesini!!!!
Polwan: iya ada apa?
Nenek:saya mau mengadu kalau saya sudah korupsi
Polwan: memangnya apa yang bisa kau lakukuan dsisini untuk korupsi di penjara?
Nenek: saya mengambil ½ porsi makanan teman saya untuk korupsi
Polwan: lalu?
Nenek: saya korupsi karena saya ingin kaya si enenng koruptor itu biar bisa hisdup enak dengan fasilitas yang enak
Polwan&vina: %$&^*I*(*()*)(*

 


Kamis, 14 Januari 2016

Sistem Bilangan


Sistem Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis (base / radix) yang tertentu.Dalam hubungannya dengan komputer, ada 4 Jenis Sistem Bilangan yang dikenal yaitu :  

1) Desimal (Basis 10), bilangan desimal adalah Sistem Bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan desimal menggunakan basis 10 dan menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.

2)Biner (Basis 2), bilangan biner adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 2 simbol yaitu 0 dan 1. Bilangan Biner ini di populerkan oleh John Von Neumann. Contoh Bilangan Biner 1001, Ini dapat di artikan (Di konversi ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :







3)Oktal (Basis 8), bilangan oktal adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 8 Simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.Contoh Oktal 1024, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :




4)Hexadesimal (Basis 16), bilangan heksa desimal adalah Hexa berarti 6 dan Desimal berarti 10 adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15). Pada Sistem Bilangan Hexadesimal memadukan 2 unsur yaitu angka dan huruf. Huruf A mewakili angka 10, B mewakili angka 11 dan seterusnya sampai Huruf F mewakili angka 15.

Contoh Hexadesimal F3D4, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :